Kamis, 28 April 2016

Hello Wedding #1



 Penulis : Baek Myo
Penerbit : Qanita
Harga : Rp. 36.000,-
Jumlah halaman : 428

“Aku tidak peduli dengan mimpimu.
Kau ini karyawan Ro Woon dan wajib menyukseskan tujuan perusahaan ini.”
Shi Hyeon, bercita-cita membantu orang menemukan cinta sejati. Tetapi ketika diterima kerja di Ro Woon Club, biro jodoh terbaik di Korea, Shi Hyeon harus menghadapi kenyataan pahit. Di Ro Woon Club, orang hanya dianggap sebagai komoditas, dan pernikahan harus memberikan keuntungan finansial. Bahkan sang direktur, lelaki pemalas bernama Jun Seong, menganggap cinta sejati itu omong kosong.
Situasi menjadi pelik ketika Shi Hyeon jatuh cinta pada Jun Seong. Di balik segala arogansinya, lelaki itu sebenarnya penuh perhatian. Mungkinkah cinta Shi Hyeon tercapai? Mengingat Jun Seong tak peduli akan cinta dan masih terobsesi dengan mantan pacarnya yang kini sudah menikah dengan orang lain.
Hello Wedding, novel terpopuler di situs webnovel Korea, Naver, kini hadir di tangan Anda, dilengkapi pula dengan ilustrasi menarik. Karya Baek Myo yang telah terkenal dengan berbagai karya romantisnya, termasuk Sweet and Sour Bakery dan Cinderella and The Four Kights , ini memberikan pelajaran indah tentang cinta dan pernikahan.

Senin, 25 April 2016

Melacak Jejak (All She Was Worth)



Penerbit : GPU
Penulis : Miyuki MIyabe
Harga : Rp.62.000,-

Seorang perempuan cantik lenyap tanpa jejak, namun hasil penyelidikan menunjukkan dia bukanlah sosok seperti yang ditampilkannya selama ini. Apakah dia korban, pembunuh, atau kedua-duanya? Di negara yang melacak para penduduknya dengan saksama, bagaimana bisa dua perempuan memiliki identitas yang sama, lalu menghilang tanpa jejak? Di tengah masyarakat Jepang yang serba konsumtif, banyak orang terjebak utang, lalu jatuh ke dalam jerat para rentenir gelap yang sangat berbahaya, sehingga kadang-kadang pembunuhan menjadi satu-satunya jalan keluar.

Jumat, 01 April 2016

The Loved Ones






Penerbit : Alvabet
Penulis : Alia Mamduh
Harga : Rp. 20.000,-


Suhaila, perempuan renta berkebangsaan Irak, terbaring koma di sebuah rumah sakit di Paris. Dengan penuh perhatian bagai sanak saudara, para sahabat perempuannya dari pelbagai lataragama dan negara sukarela menunggui Suhaila di rumah sakit. Mereka memberi semangat dan kehangatan kasih sayang kepadanya. Kehadiran para sahabatnya "menghidupkan" kembali Suhaila melalui kisah-kisah tentang dirinya: tentang kelebihannya, kecintaannya pada tari, anggur, dan puisi di tengah kekerasan rumah tangga yangdia alami dari sang suami. Novel ini mengisahkan pula kepedihan Suhaila akibat terpisah dari suami dan anak semata wayangnya. la terusir dari rumahnya di Baghdad setelah bercerai dari suaminya, seorang tentara, sementara anak semata wayangnya tinggal di Kanada bersama sang istri. Di usia senjanya, Suhaila hidup seorang diri di Paris, menanti saat-saat kematiannya* tiba dengan perasaan takut sambil sesekali bertukar kabar melalui surat dengan anaknyadi Kanada. Karya yang memenangi Naguib Mahfouz Medal for Literature ini adalah himne bagi persahabatan yang mampu memulihkan kehidupan. Iniiah kisah tentang kenangan sekaligus sejarah, cerita melawan lupa. Layak dibaca oleh siapa saja yang mengimpikan kebahagiaan. "Sungguh mengesankan. Novel ini kaya dengan cerita keJuarga. Alia Mamduh mencatat semua interaksi dan rahasia yang tersembunyi." - Library Journal "Uraian yang mendalam dan tajam ... memberi kesan yang kuat tidak saja mengenai dunia Suhaila tetapi juga tentang cara kita menciptakan dan memahami pelbagai kenangan." - Booklist "Sangat menarik dan penuh kata. - Kirkus Reviews