Jumat, 21 Juli 2017

Tiga Sandera Terakhir



 Penerbit : Noura Books
Penulis ; Brahmanto Anindito
Harga : Rp. 25.000,-

Penyanderaan brutal terjadi di sebuah desa di Papua. Korbannya lima orang—warga negara Indonesia, Australia, dan Perancis. Semua telunjuk segera mengarah ke OPM, Organisasi Papua Merdeka. Namun, OPM sendiri menyangkalnya. Mereka menegaskan bahwa pihaknya sudah lama tidak menggunakan cara-cara ekstrem seperti itu, demi perjuangan kemerdekaan Papua Barat.
Lantas, siapa dalang penyanderaan itu? TNI enggan berteka-teki terlalu lama. Satuan Antiteror Kopassus di bawah pimpinan Kolonel Larung Nusa segera diturunkan ke Bumi Cenderawasih. Tapi, malang tak bisa ditolak. Korban malah berjatuhan, baik di pihak sandera maupun anggota Kopassus. Salah seorang anggota bahkan dinyatakan hilang secara misterius di belantara Papua.
Kolonel Nusa mulai menyadari bahwa lawannya ini bukan sekadar milisi OPM. Melainkan pasukan khusus seperti dirinya.

Selasa, 18 Juli 2017

Yawning is Delicious




Penerbit : Haru
Penulis : Kang Ji Young
Harga : Rp. 49.000,-

Lee Kyeong

Aku bermimpi aneh kemarin. Tubuh gemukku menjadi langsing. Wajahku berubah menjadi cantik. Tapi semua kejadian itu terasa sangat nyata. Rasanya bukan seperti mimpi. Aku melihat, mendengar, dan merasakan langsung, seolah memang aku yang terjebak di dalam tubuh itu.
Tanggal di situ menunjukkan musim panas tahun lalu.

Da Woon

Aku bermimpi aneh kemarin. Mimpi menjadi perempuan jelek yang gendut dan pendek. Aku pergi bersama beberapa paman ke suatu tempat dan sibuk bersih-bersih. Membersihkan tempat kejadian pembunuhan. Korbannya… apa itu AKU?

Sabtu, 15 Juli 2017

Oon in Action

 

 Penulis : Aniqotus Zahro
Penerbit : Ikon
Harga : Rp. 42.000,-


Dia cinta pertamaku. Dia cinta masa kecilku.
Dia cinta gilaku. Dia kedipan mataku.
Dia cinta monyetku. Dan dia adalah cintaku selamanya. Dia dulu dekat, tapi selalu menjauh. Kini dia dekat, tapi terasa jauh.
Dulu dia tampan, sekarang dia jauh lebih tampan. Dulu dia songong, sekarang dia semakin songong. Dulu dia menolakku, sekarang pun juga. Dulu aku tidak pernah menyerah untuk mendekatinya, sekarang pun sama.
Menjinakkannya itu lebih susah daripada menjinakkan singa yang mengamuk.
Tapi aku tidak akan pernah menyerah.
Itu…
Dia…
***
“Kak Melvin lucu deh!”
Aku terus mengejarnya.
Dia pun mulai ketakutan

Minggu, 02 Juli 2017

Nona Teh dan Tuan Kopi : Parak



Penulis ; Crowdstroia
Penerbit  : Kata Depan
Harga : Rp.39.000,-

Dalam secangkir teh, adakalanya kalian menemukan rasa manis jika meminumnya dengan gula. Pahit, mungkin saja. Sejatinya, yang tercecap adalah sepat semata. Namun, kalian mungkin tak pernah tahu apa yang tersimpan diam-diam dalam secangkir teh yang tertuang.
Begitu pula si Nona Teh, seorang perempuan lajang dengan karier cemerlang. Pada usia tiga puluh tiga, dia pikir hidupnya berjalan baik-baik saja. Hingga suatu saat, dia bertemu seorang lelaki pembawa sekeping masa lalunya yang belum pernah dia tahu.
Dalam secangkir kopi, ada rasa pahit yang pekat saat kalian menyesapnya tanpa gula. Namun, dengan caranya sendiri, secangkir kopi menyemangati, membuat kita seketika terjaga. Kalian mungkin tak pernah tahu apa yang kalian dapat saat secangkir kopi mulai tercurah.
Kalian bisa menyebutnya si Tuan Kopi, seorang laki-laki mapan yang belum menikah. Bukanlah komitmen yang dia takutkan, melainkan sekotak masa lalu hitam yang mencakar benak ketika dia terbangun dari mimpi buruk. Hingga kejadian demi kejadian mempertemukannya dengan perempuan pembawa kebetulan. Namun, apa benar kebetulan beruntun saja sudah cukup untuk meyakini sesuatu?
Percayakah kalian pada kebetulan? Percayakah kalian tentang kepak kupu-kupu di benua lain yang menjadi penyebab badai di benua sebelahnya?
Aku percaya. Karena itulah aku tulis kisah Nona Teh dan Tuan Kopi.